Senin, 08 November 2010

Chapter 2 : School's life


“Hei, partner kelas kita ada dimana?” “Enggak tahu nih aku baru mau lihat di papan pengunguman”. Akupun berjalan menuju papan pengunguman dan melihat namaku. “hooo di kelas X-C ya? Oh ya yami aku bisa bertanya sesuatu padamu?” “ya, tentu saja partner apa yang mau kamu tanyakan?” “kalau aku berbicara denganmu seperti ini apakah orang lain melihatku seperti aku sedang berbicar sendiri?” “maksudmu partner?” “ haha terlalu ribet ya? Intinya apakah semua orang dapat melihatmu atau hanya aku yang dapat melihatmu?” “oh, begitu maksudmu. Yang bisa melihatku hanya kamu, partner.” “oww begitu kalau begitu maaf ya bila nantiaku sedikit ngacangin kamu, aku tidak mau dikira orang gila karena aku berbicara sendiri.” “hahaha ok partner.” Tiba-tiba saja aku meraskan ada seseorang yang berlalri ke arahku dan hal kedua yang kurasakan adalah mataku ditutup oleh seseorang. “Hayo tebak siapa?”  “hee?! Siapa ini?!” ucapku. “baru 3 tahun tidak ketemu masa sudah lupa sama aku?”. “3 tahun? Jangan bilang na-chan ini kamu ya?!” “hahaha  yup rupanya kamu masih ingat ya?” ucapnya sambil membuka mataku. “hahaha lama tidak ketemu na-chan? Loh kamu masuk ke sekolah ini juga ya?” “hahaha ya begitulah.”
Na-chan begitulah dia biasa aku panggil. Nama aslinya adalah Shana dia adalah salah satu sahabatku di SD dulu. Aku dan dia sering mneghabiskan waktu bersama akan tetapi ketika SMP dulu kami terpaksa berpisah karena dia harus pindah ke jepang selama 3 tahun karena ia mengikuti pertukaran pelajar. “hei bagaimana rasanya di jepang selama 3 tahun na-chan?”  “haha ya begitulah.”.“begitulah bagaimana?” “Rahasia haha”. “haah kamu gk berubah sama saekali ya?haha” “ya iya dong aq kok. Oh iya kamu masuk di kelas X apa?” “X-C kamu na-chan?” “Wah kita sekelas lo minato-kun nani duduk sama aku ya boleh? Aku pingin ngobrol-ngobrol ma kamu kita kan dah lama gak ketemu boleh ya?” “haha tentu saja dulu kuga pas SD kita sering duduk berdua kan?” “haha benar juga ayo kita ke kekelas minato-kun.”. “ kamu duluan aja na-chan aku masih ada urusan sebentar.” “urusan apa?” “ada deh” kataku sambil menjulurkan lidah. “ pelit rahasia-rahasian.” “hahaha iya iya nanti aq ceritain deh udah kamu ke kelas duluan aja ya cari tempat yang enak di kelas.” “ oke deh see you at class minato-kun.” “ya”
“Yami.” “ada apa partner?” “kamu yakin tidak ada yang kamu mau tanyakan?” “heh kamu menyadarinnya juga ya partner?” “bukan menyadari aq sudah tahu dari dulu na-chan dia punya kkekuatan yang aneh kamu pasti bisa merasakannya kan?” “ya, dan aq yakin dia juga adalah persona user sepertimu.” “kamu yakin tentang hal itu Yami?” “90%”. “tch, permasalahannya hanya dia sudah “bangun” atau belum kan?” “ya begitulah partner.” “oh ya Yami aq ada 1 pertanyaan.” “apa partner?” “Pedang yang aq pegang ketika aq “bangun” itu sebenarnya pedang apa? Lalu keman hilangnya pedang itu?” “oh pedang itu itu sebenarnya bukan pedang benda itu bisa berubah tergantung pemakainya dan kebetulan benda itu berbentuk pedang ketika digunakan olehmu benda itu disebut “azoth” dan azoth juga digunakan sebagai alat pemanggil persona .” “oh begitu tapi mengapa ketika aq terbangun pedang itu sudah tidak ada lagi?” “well azoth hanya akan mucul pada saat dark hour.” “oh begitu.” “Partner boleh aq tanya satu hal padamu?” “apa?” “kenapa muakmu berubah serius begitu ketika membicarakan Shana?” “aq rasa pertanyaan itu tidak usah dijawab kan? Aq yakin kalau kamu juga sudah mengetahui jawabannya.” “aq hanya buth pemastian partner aq ingin mendengarnya sendiri darimu Partner.” “heh oke oke aq hanya takut aq akan kehilangan dia ketika membicarakan tentang kekuatan anehnya aq benar-benar takut aq akan kehilangannya dia adalah orang yang paling berharga dalam hidupku.” “perkataan yang bagus partner.” “hehe” tiba tiba saja aq mendengar bunyi bel berbunyi “yami ayo kita ke kelas dia juga pasti sudah menunggu” “partner sebelum itu ada 1 hal yang harus aq beritahu padamu.” “apa?” tanyaku sambil berjalan ke kelas. “mulai saat personamu bangkit kamu akan selalu berhadapan dengan shadow karena mereka akan mengicar kamu.” “yah aq tahu aq tidak akan pernah bisa lari dari takdir iya kan,Yami?” “ya mulai sekrang takdir barumu tidak takdir baru kita akan dimulai. “ya, tapi sebelum itu ayo kita nimati hari pertama kita di Minami Highschool ini ok yami?” “Sure
Di Minami Highschool ini aq banyak menghabiskan waktuku dari pagi hingga sore aq belajar disini dan disinilah aq dapat bertemu lagi dengan Shana dan juga teman-teman baruku tapi siapa yang menyangka sekolah ini dimana awal takdir baruku dimulai dan disini pulalah penentuan akhir dari takdirku






Chapter 2 Finished

Tidak ada komentar:

Posting Komentar